F*ck you, relationship!
Umur saya memang sudah di atas 20-an.
Mama menikah di saat umur 20, tepat ketika beliau dan papa masih berkuliah.
Di umur segitu, pastinya pertanyaan semisal "Kapan menyusul?" yang diucapkan teman yang sudah menikah santer terdengar.
F*ck you, relationship!
Saya bukannya anti cowok.
Sudah pernah beberapa kali berpacaran, entah pacaran asli atau bohongan, dan kadang jadi selingkuhan pacar orang.
Saya juga bukan penganut paham tidak ingin menikah.
Saya masih punya khayalan manis bisa hidup bersama dengan satu orang sampai lanjut usia dan ajal menjelang.
Hanya saja menjalani cinta yang salah beberapa kali akan membuat hati ini terluka.
Saya sebenarnya bukan orang yang pendiam dan anggun.
Tapi kadang ketika menjalani sebuah hubungan, saya mulai merasa.
"Hey, kamu berbicara mengenai dirimu terlalu banyak. Kapan mendengarkanku?"
"Apa kamu benar-benar mendengarkan aku? Kenapa balasannya soal dirimu lagi"
"Aww, please dont grap my arms to tight. You hurting me"
"Oh, kamu ga balas smsku dan kamu balas semua twitter nya?"
"Kamu ke mana aja semalam?"
Dari mulai hubungan yang melibatkan tamparan dan paksaan, sampai dengan sesuatu yang manis dan lembut.
Entah karena tak menemukan orang yang tepat/
Hampir semua hubungan berakhir sama.
Aku juga ingin didengarkan. Bukan hanya kamu yang ingin didengarkan saat ada masalah.
Mungkin juga pencarian sisi nyaman ini akibat dari masa lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar