Akan selalu ada 3 posisi lawan jenis di dalam hati saya, selain Tuhan dan Keluarga saya.
Saya menyebutnya "Si Kakak", "Si Sahabat" dan "Si Pacar".
~ Si Kakak ~
Cenderung berusia lebih tua dari saya. Kemungkinan dipicu dari kenyataan bahwa saya anak kandung pertama. Dan jarak saya dengan adik saya yang sangat jauh. 9 tahun.
Ironisnya, "Si Kakak" ini biasanya mempunyai pacar. Dan hubungan mereka pasti yang sangat langgeng. Tidak terpikir di benak saya sih untuk bisa memacari "Si Kakak" ini. Yang saya lakukan dengan mereka hanya bersenang-senang, meminta nasihat mereka dan kalopun bisa, bermanja dalam batasan wajar.
Payahnya karena "Si Kakak" ini mempunyai pacar - rata-rata sangat pencemburu - jadilah saya dituding macam-macam. Dan kalaupun mereka putus lantaran "Si Kakak" menyukai saya, biasanya saya yang lari, karena posisi "Si Kakak" tidak akan berubah di dalam pemikiran. Hanya seorang kakak, tak lebih, tak kurang.
~ Si Sahabat ~
Seseorang yang menyokong saya dan mensupport, tapi sayang seringkali dikecewakan. Pernah ada ungkapan populer karena sebuah lagu - Sahabat Jadi Cinta -, hanya bisa tertawa.
"Si Sahabat" sebenarnya orang yang lebih mengerti saya dibandingkan teman-teman yang lain. Tapi entah kenapa rasanya sulit membuka mata dan membuka hati jika perasaan lebih menjalar di hatinya. Akan selalu ada penolakan.
Mengobrol pun sebenarnya lebih menyenangkan dengan "Si Sahabat" ini, karena adanya kesepahaman ataupun minat yang sama. Hanya saja... Sahabat tetaplah Sahabat. Kalaupun saya akhirnya menempatkan "Si Sahabat" ini menjadi "Si Pacar", takkan pernah bertahan lama. Dan hanya akan membuat penyesalan, kenapa saya harus melukai hatinya seperti itu?
~ Si Pacar ~
Rasanya saya hanya pernah serius menaruh 2 orang di posisi ini.
.........*uknown status*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar