Kamis, 28 Februari 2013

Letter To U - Deep Thought

I really knew you...
From the first time (atau mungkin kesekian kalinya) I saw you...
My heart found a home to stay...

Klise. Seperti lirik lagu "A thousand years part 2" nya Christina Perri ft Steve Kazee.
Tapi serius...

Dan oh ya,selamat atas kelulusanmu!
I'm proud of you :)
Tapi tetep aja gak ada yang bisa ngalahin kebahagiaan orang tua kamu.
Tetaplah berusaha... Dan tetaplah ikhlas menjalaninya... :)

Hehe. Mulutku memang kadang menyebutkan pikiran negatif saat kamu nggak balas sms atau chat ku.
Berpikiran buruk bahwa kamu sedang bersenang-senang dengan yang lain...hanya karena terhasut ucapan orang lain.
Berpikiran bahwa hanya aku yang mencintaimu sendirian. Dan tak pernah terpikirkan sedikitpun di benakmu.

Setiap pertengkaran mulut yang ada (atau disalurkan melalui tulisan) setiap itu pula aku tersadar.
Bodohnya aku berpikiran macam-macam dan melupakan janjiku bahwa aku akan percaya sama kamu,bahkan di saat yang lain meragukanmu.

Setiap hari.
Setiap pertengkaran.
Setiap canda tawa kita.
Setiap saat.
Setiap pertemuan kita yang sebentar...

Perasaan ini tidak pernah mengecil sedikitpun...
Bahkan cenderung membesar...

Tumbuh semakin mature, seperti air yang dipanaskan, mencoba untuk matang sedikit demi sedikit. Mencoba untuk lebih memahami,belajar,menganalisa dan menyimpulkan.

Bagaimana cara aku mencintaimu dengan cara yang kita berdua mengerti?

Aku tahu terakhir kali kamu mencoba membahagiakan aku dan keluargamu sekaligus,kamu hampir mengecewakan keduanya. Bahkan mengesampingkan salah satu. Dan aku sangat paham itu. Itu sebabnya kamu memprioriaskan keluargamu dan aku menunggu, meskipun kamu tak pernah menjanjikan aku apapun,ga seperti yang lain.

Tapi kadang sifat manja dan egoisku ingin merebut sedikit perhatianmu yang terfokus buat impianmu. Dan kita bertengkar karenanya.
Kamu anggap aku manja haus perhatian dan aku anggap kamu cuma main-main. Padahal aku kadang bisa rapuh dan meminta perhatian meskipun hanya kalimat "Selamat pagi" setiap memulai hari.
Bagimu itu merepotkan. Lebih baik meluangkan waktu sehari bersama daripada seminggu cuman lewat sms dan chat.

Bisakah kamu bayangkan kalau kita jadi menikah saat dimabuk cinta dan usia selabil ini?...
aku yakin mungkin kita belum bisa mengatasi ini(atau malah lebih baik karena langsung praktek?)

Who knows? :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar