Jumat, 23 Agustus 2013

Letter to F - Crush

Akhir-akhir ini aku bermimpi tentangmu, Froggy...

*backsong : David Archuleta - Crush

Semua mimpinya selalu berbackground sama, SKATEL kita tercinta, tempat dimana kita bertemu.
Tempat dimana pada saat-saat terakhir aku baru menyadari, bahwa yang kusukai itu ternyata kamu. 
Bukan si Devo*, Andro* ataupun Reya*, seperti yang mereka semua gosipkan tentangku.

Aku masih ingat sosokmu kala itu.
Cowok berkulit putih pucat seperti salju, meskipun aku belum pernah melihat salju.
Kadang kulitmu kemerahan karena main basket atau bola, ataupun sedang tertawa dengan teman-temanmu. Tapi nggak pernah jadi hitam seperti kulitku.
Dan semburat merah itu serasi dengan jaket merah yang hampir selaluu kamu pakai.
Vanilla Strawberry.
Itu nama alias yang kuberikan untukmu, sesuai dengan rasa choki-choki yang ku suka.

*Are we just friends? Is there more? Is there more?

Aku sadar.
Saat aku datang ke kelas Andro yang beda jurusan denganku, yang aku ingin liat ada di sana itu kamu. Bahkan dengan sengaja aku ingin membuatmu terus mengejekku yang jadian dengannya. 
Karena aku menyukai tawamu yang begitu renyah dan matamu yang seperti kodok itu ikut tertawa. 
Aku menyukainya.

Aku sadar.
Saat aku datang mencari Reya di rumah kosnya, yang aku ingin liat itu kamu yang tinggal satu kos dengannya. Dan lagi-lagi saat itu kamu mengejekku sekaligus memberi nasehat padaku, bahwa Reya mungkin bukan orang yang pantas buatku, karena dia ingin memanfaatkanku. Lagipula, Reya juga sedang dekat dengan Dhian*, yang sanggup memberikan apapun yang dia mau. 
Tapi, apa kamu tau kalau aku yang memanfaatkannya, untuk lebih dekat denganmu.

Aku sadar.
Saat itu aku sedang berpacaran dengan Devo dan sering ikut menemaninya latihan bola. Dan kamu juga ada di sana, sering menggodaku bahwa aku pacar yang setia menonton Devo. Padahal, saat latihan berlangsung, hanya kamu yang tertangkap di mataku. Aku melihat bagaimana cerianya kamu saat di lapangan, dan kadang tersenyum bibir ini dibuatnya.

*Do you ever feel when you're alone, all that we can be where this thing could go.
* Am I crazy or falling in love? Is it really just another crush?

Froggy...
Bahkan saat Muse* datang di awal masa kuliahku...
Kita jadi lebih dekat, meskipun jarak kita jauh...
Hanya handphone Fleksiku dan gtalk kala itu yang mendekatkan kita

Lalu, handphone itu jatuh dan hilang gak berbekas, karena aku, si kucing ceroboh yang naroh handphone nggak bener pas lagi jalan ma sepupu.
Saat itu pula, komunikasi kita terputus.

Padahal aku merindukan saat-saat kita saling mengejek.
Kamu si kodok buduk, dan aku si kucing gemuk.
Kamu selalu bercanda kalau aku sekurus Indah Kalalo, kamu bakalan naksir aku :D
Kamu juga pernah sekali ke rumahku tanpa alasan, dan malam itu aku nggak bisa tidur saking senengnya.

*Why do I keep running from the truth.
*All I ever think about is you

Froggy...
Di reuni kita yang pertama, aku gelisah saat aku tidak melihat kamu hadir.
Saat itu reuni diadakan di aula, aula penuh kenangan, yang bisa mempertemukan kita yang beda jurusan.
Aku masih ingat saat praktek kewirausahaan, saat praktek senam yang jadi dance, perpisahan, praktek bahasa inggris dan saat pengumuman kelulusan.
Aku masih ingat betapa tampannya kamu dengan jas itu, anak pa pur, itukan yang selalu mereka ejek soalmu? Mirip sih :D

Froggy...
Di saat itu aku merasa, kenapa aku menyadari perasaan ini di penghujung masa sma. 
Kenapa nggak dari kelas satu atau dua aku mengenalmu.
Kenapa baru sekarang, saat waktu untuk bertemu setiap hari pun susah.
Saat mencuri pandangan itu sulit.
Kenapa dulu aku nggak ngambil daerah magang yang sama denganmu.
Kenapa....
Kenapa aku tidak menyatakan perasaanku padamu?

*You got me hypnotize, so mesmerize
*And I just got to know...

Kenapa saat kelulusan aku nggak berani minta foto sama kamu.
Kenapa saat kita ke balikpapan aku nggak berani mendekati kamu.
Kenapa...
Kenapa aku baru menyesali itu semua sekarang....

*Do you catch your breath when I look at you
*Are you holding back like the way I Do

Lia*, satu-satunya teman yang tahu perasaanku padamu
Memberiku nomor hapemu, saat itu aku sedang berpacaran dengan Reno*.
Dan setiap kali kamu mengtalk aku yang selalu offline... aku bingung harus membalas apa....
Begitu merindukan kamu, aku sampai nggak tau harus bilang apa..

Aku terus mengamati nomormu yang tersimpan di hapeku yang baru, sayang bukan fleksi.
Sampai sekarang pun aku... masih belum berani memulai lagi...

From
The Cat

*nama disamarkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar