Sabtu, 31 Agustus 2013

Autumn

Pertama kali aku melihatnya,dia berdiri di bawah guguran daun ginko yang menguning.

Rambut hitam. 
Kulit yang putih.  
Matanya terpejam. Bibirnya menyunggingkan senyuman.
Menikmati alunan nada dari biola yang dimainkan dengan lincah oleh tangannya

Aku, yang dari tadi terduduk kesal dan hampir menangis karena merenungi nasibku, mulai teralihkan.
Mataku mulai mengamatinya.
Rupanya dia sudah lama ada di sana. 
Itu kulihat dari uang yang tergeletak di dalam kotak biola yang ada di depannya. Lumayan banyak, aku mengira2.

Lama, aku mendengarkan alunan nada yang dimainkannya.
Begitu... mengena di hatiku. 
Membuatku ingin berteriak sekaligus menenangkan jiwaku. 
Kupejamkan mataku dan merasakannya.

Tak berapa lama. Alunan itu terhenti. 
Aku membuka mataku saat tersadar...
Dan dia.... sudah tak ada lagi di bawah pohon itu...

***

Apa yang kamu rasakan...
Saat melihat seseorang yang begitu menarik
Padahal kamu belum pernah mengenal dia sebelumnya?

Ralf merasakan sesuatu yang aneh pada Kayra, gadis pemain biola yang dilihatnya di taman.
Perasaan seperti sudah lama mengenalnya. Padahal Ralf yakin. Dia belum pernah bertemu dengan Kayra di manapun.

Setelah putus asa karena tak bisa memasuki dunia impiannya.
Ditambah harus melihat orang yang disayanginya menikah dengan orang lain.
Hati Ralf begitu terluka. Dan dia memutuskan untuk pergi menjauh dari kota asalnya ke Tokyo.
Kota di mana dia akan tinggal bersama ibunya. Yang begitu lama tak pernah bertemu semenjak perceraian orang tuanya 10 tahun yang lalu.

Dan sore di musim gugur kali ini.
Tanpa sengaja dia bertemu Kayra.
Alunan nada dari biola Kayra, mampu meredakan amarah di hati Ralf.
Membuatnya betah setiap sore duduk di bangku taman, hanya untuk mendengarkan Kayra memainkan biolanya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar