Kamis, 21 Agustus 2014

Insensitive People

My boyfriend and I call an annoying person that doesn't know how rude he/she put words in their mouth for other people (apa sih ini English ngaco) Insensitive.

Dari jaman eSDe, sampai ke dunia kerjapun, half of people that I know are Insensitive person. Bahkan kadang saya sendiri pun bisa jadi orang yang Insensitive alias budeg dan buta terhadap feedback emosi orang lain saat mulut ini berbicara.

Pengalaman terakhir yang annoying dan masih membekas di hati itu pas setelah selesai sidang skripsi. Katakan saja skripsi yang saya lewati saat itu penuh air mata (siapa sih yang nggak?) Putus, mesti bolak-balik BJM BJB, teman pun sibuk masing-masing urusan, but thankfully ada yang menyemangati saya diam-diam dengan menempelkan post it kuning cerah di mio kesayangan, yang sekarang udah di jual. Jadi pengen cubit pipi pacar dan calon suami sekarang krn dia udah ngebikin hal gitu.

Oke, skip. Jadi sehabis sidang skripsi, saya dapat nilai B+. Wajar. Mengingat materi skripsi saya agak terpaksa dan sempat didorong Dosen Pembimbing untuk belajar lebih keras. Saya pikir juga cuma akan dapat paling tinggi B.

Well, datanglah si Insensitive person ini ke ruangan dimana teman-teman yang lain menyelamati satu per satu dan bertanya

"Dapat apa?,"
"B+,"
"Oh, gitu aja senang,"

What the....fu*k!?

Oke, saya tau dia dapat A. Tapi insensitive person ini memang terkenal sangat tidak pandai membaca situasi dan perasaan orang. Damn, kadang pengen ngebom aja insensitive person ini. Eh, gak boleh ya.

Ngemeng-ngemeng si pacar yang sekarang juga bawakan kue buat skripsi saya. Kurang apalagi.
Duh, jadi pengen cubit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar